4 kata penambah rasa cinta
- Details
- Created on Friday, 05 November 2010 03:01
- Written by Sofia Quraini
Â
Bismillahirrohmanirrohiim, empat kata ini tertanam kuat dalam nurani, pesan indah orang tua dan para guru, dosenku, Saya menerima tausiyah ini sewaktu awal menjadi seorang ibu.
beda nuansa di hati, maklumlah, kita sebagai manusia, biasanya sering menganggap remeh perihal kedekatan dan keakraban dalam keluarga, sahabat, maupun teman dekat, apalagi bila ikut terpengaruh dampak âcara hidup cuek bebekâ akibat perputaran zaman, sehingga seringkali di zaman sekarang ini, masih banyak kita temui orang yang kesulitan lidahnya untuk mengatakan maaf atau terima kasih, saking terkena penyakit âgengsiâ.
Â
Empat Kata yang merupakan tata tertib dalam hati alias sesuai dengan semua norma kehidupan, ternyata hal ini benar-benar dapat memperdalam rasa cinta dan sayang kita, terutama dalam kehidupan berumah tangga dan persahabatan, yaitu :
1. Berbalas salam , âAssalamuâalaikum wa rahmatullahi wabarakatuhâ, nikmatnya mendengar kata ini, yang kemudian kita wajib membalasnya, âWa  âalaikumussalamwarahmatullahi wabarakatuhâ. Kita sudah tau betapa indah arti doâa yang selalu ditebar kaum muslimin tersebut.
Â
Subhanalloh, Telah bersabda Rasulullah shollallahu âalaihi wa sallam: âKalian tidak bakal masuk surga sebelum kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mengasihi satu sama lain. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang bila kalian kerjakan bakal menyebabkan kasih sayang di antara kalian? Sebarkan ucapan salam di antara kalian.â (HR Muslim)
2. Tak perlu malu mengatakan âTolongâŚâ, sekecil apa pun bentuk meminta pertolongan itu. Ibuku pernah berkata, âtolong tutup pintunya, sayangâŚâ, dan Bapakku juga demikian, ânak⌠tolongin bapak donk, tolong dilap lantai bekas roda sepeda motor yang becek ya say...â,
Kurasakan perbedaan kalimat itu, jika kata âtolongâ hilang, rasanya menjadi âsuruhan yang kurang enak didengarâ. Kebiasaan ini tidak pernah hilang, sekalipun beliau orang tuaku memberi tugas kepada pembantu atau bawahan di tempat kerja.
Namun jangan lupa, bahwa tolong-menolong harus berada dalam rel kebenaran. Allah SWT mengingatkan dalam ayat cintaNYA QS. Al-Maidah : 2, ââŚNamun tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nyaâ.
3. Terima Kasih, dimanapun kita berada, ucapan terima kasih alias syukron, atau thanks atau gracias merupakan penghargaan tinggi buat orang yang telah memberikan pertolongan atau pelayanan tugasnya kepada kita. Contoh-contoh kecil saat berjual-beli, berada di antrian tiket kereta api, saat di kantor pos, di halte, di rumah sakit, dll. Si kecil pun riang sekali jika setelah merapikan susunan sepatunya atau kalau sudah membersihkan tempat tidurnya, dll, lalu Saya ucapkan kata mujarab ini, âterima kasih cintakuâŚâ, aduhai romantisnya hubungan anak dan orang tua, jadi terkenang masa kecil pula.
Bagi kita muslimin, ada pesan Rasulullah SAW, âBarangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukur (terima kasihnya).â (HR. At-Tirmidzi ,2035).
4. âMaafâ, setiap manusia memiliki celah, perbedaan persepsi, latar belakang yang berbeda, dan berbagai khilafiyah lainnya. Kalbu yang bersinar biasanya tak hanya mudah beristighfar dan menangis di hadapanNYA, melainkan juga memiliki kebiasaan meminta maaf dan memaafkan. Allah SWT memiliki sifatNya yang âPemaafâ dalam empat makna; Al-Ghafuur, Al-Ghaffaar, Al-âAfuuw dan At-Tawwab.
Meminta maaf dan memberikan maaf adalah ciri mukmin sejati, di dalam untaian ukhuwah yang tentu diridhoi Allah SWT. ââŚTetapi hendaklah memberikan maaf dan pengertian sebaik-baiknya terhadap mereka(berlapang dada)! Apakah kamu tidak ingin mendapat ampunan dari Allah? Dan sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. An Nur: 22)
Dalam kegiatan sehari-hari, tentu kita merasa berbeda ketika mendengarkan kalimat-kalimat semisal ini, âummiâŚmaaf yah, tadi bekalnya belum habis, tak sempat dimakan semua saat istirahat di sekolah, sekarang akan kuhabiskan, kokâŚâ, atau, âsayang, maaf yahâŚabang pulang kantor agak telat, sebab ada rapat mendadak sekitar satu jamâŚâ, atau, âmaaf yah nak, abi lupa membelikan buku pesananmuâŚâ, atau jutaan kalimat lain, yang sebenarnya bagi sebagian orang âtidak perluâ, sebab sudah saling memaklumi internal keluarga atau sahabat dekat, sebagian juga sering berbuat pura-pura tak ingat akan kesalahannya, sehingga saat berjumpa, bersikap seperti tak terjadi apa-apa, sedangkan kita harus yakin bahwa lidah dan langkah ini tak menyakiti siapapun, termasuk orang-orang & teman di sekitar kita. Abdullah bin Umar radhiyallahuâanhuma mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, âOrang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yangberhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.â (HR. Bukhari), senada dengan itu, Abu Musa radhiyallahuâanhuma berkata, âMereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yanglebih utama?â Beliau menjawab, âOrang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya.â(HR. Bukhari).
Semoga Allah SWT menambah keeratan rasa cinta dalam diri kita semua saat merajut untaian ukhuwah, dalam lingkungan keluarga, persahabatan, maupun bentuk muamalah lainnya, rasakan energi cintaNYA yang luar biasa saat kalian menerapkan empat kata ini dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana jejak langkah yang Saya tapaki.
âDemi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman& beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.â (QS.Al âAshr: 1-3)
Wallohuâalam bisshowab.
Â
Pengunjung
Kemarin361
Minggu ini1527
Bulan ini7962
All167917
Currently are 14 guests and no members online

